Dana Christina selalu Mengenang Film-film Warkop DKI

Dana Christina selalu Mengenang Film-film Warkop DKI

Dana Christina selalu Mengenang Film-film Warkop DKI
Ingat adegan ini? Dono dan Kasino ceritanya sedang menyamar jadi pengamen. Target mereka, seseorang berbaju merah sedang makan di sebuah warung tenda pinggir jalan. Sambil menyanyi Dono dan Kasino mengawasi si target. Dasar Dono, ia malah menggoda cewek lain. Sambil menyanyi lagu “Sukiyaki” yang liriknya diubah jadi semacam nyanyian kode, Kasino menggerutu kepada Dono.

Dana Christina

Dana Christina

“Nyanyian kode nyanyian kode… buntut pala lu, buntut pala lu.”

Atau, ingat adegan yang ini? Dono menjadi pesepakbola wanita karena tim sepakbola yang dipimpin Marina (Eva Arnaz) dan Anita (Lidya Kandou). Saat menjaga sebuah tendangan bebas, Dono bingung bagian tubuh mana yang harus ia lindungi. Bagian dadanya sebagaimana pemain perempuan lain atau alat vitalnya karena ia laki-laki. Akhirnya dadanya yang ia lindungi dengan tangan.

Naas, bola kena tiang gawang lalu memantul tepat menusuk ke pangkal pahanya. Dono jatuh dan ketika beberapa pemain perempuan memeriksanya, mereka berteriak, “Aww… Ada burungnya!”

Bagi penggemar film Warkop DKI (Dono, Kasino, Indro) tentu sudah hapal dua adegan di atas. Itu dua adegan ikonik dari serangkaian film-film Warkop DKI (totalnya Warkop main 34 film layar lebar). Adegan “nyanyian kode” ada di film “Pintar-pintar Bodoh” (1980), sedang Dono jadi pemain bola wanita dari film “Pokoknya Beres”. Dua film tersebut lahir dari tangan dingin sutradara yang sama: Arizal.

Arizal tutup usia Minggu (18/5/2014) kemarin di usia 71 tahun. Bagi banyak orang, Arizal dikenal sebagai sutradara khas film komedi, terutama film-film Warkop. Padahal, Arizal tak hanya jago membuat film komedi. Awal karirnya justru dimulai lewat film drama.

Arizal pernah menjadi penulis cerpen, karikatur dan wartawan sebelum terjun ke film. Debut pertamanya sebagai astrada dalam film “Kabut Bulan Madu” (1972), produksi PT Sarinande Film. Ia baru dipercaya oleh PT Surya Indonesia Medan Film dalam “Senyum Dan Tangis” (1974) yang skenarionya ditulis sendiri. Filmnya yang lain, “Setulus Hatimu” (1975) meraih piala Citra pada Festival Film Indonesia 1975 dan Festival Film Asia 1975, untuk aktris utama Yenni Rachman.

Arizal juga yang membuat film drama remaja yang dibintangi Rano Karno-Yessy Gusman yang hingga kini melegenda: “Gita Cinta dari SMA” (1979) dan “Puspa Indah Taman Hati” (1979). Selain itu, di pertengahan1980-an pula, Arizal banyak membuat film laga seperti “Segitiga Emas”, “Pembalasan Rambu”, “Membakar Matahari”, hingga “Dendam Membara”, juga film silat “Jaka Sembung dan Bergola Ijo”.Ze Binary Signalsтрафик

Leave a Reply

comment-avatar

*