game online perempuan dan Kecerdasan Anak

game online perempuan dan Kecerdasan Anak

game online perempuan dan Kecerdasan Anak

Seiring perkembangan zaman dan teknologi yang pesat sekarang ini, maka teknik permainan game juga berubah. Kalau dahulu sebagian besar permainan ini dikonsumsi anak–anak, dewasa ini sudah merambah di kalangan remaja dan orang dewasa. Dulu permainan game hanya bisa dilakukan dengan memencet sebuah tombol, namun sejalan kemajuan dengan kemajuan teknologi dan inovasi teknik permainannya semakin canggih dengan menggunakan keyboard sebagai alat penghubung untuk menjalankan permainan ini.

game online perempuan

game online perempuan

Khususnya, bagi sebagian orang tua yang masih mempunyai anak usia sekolah keberadaan game on line dapat memengaruhi perkembangan psikologi sang anak. Apalagi sekarang ini, pengunjung terbesar untuk game on line mayoritas anak sekolah. Namun taukah seberapa bahaya dan risiko yang harus ditanggung oleh anak anda jika terlalu candu dengan permainan yang menggunakan kedua tangan ini.

Filia Dina Anggraini, SSos, MPd, seorang psikolog dalam bidang pendidikan mengatakan, seorang anak lebih memilih game on line daripada harus pergi ke sekolah dan mengikuti proses belajar mengajar karena apa yang mereka dapatkan dari bermain game jauh lebih menarik dari apa yang mereka dapatkan di sekolah.

Karena ketika orang main game sudah keasyikan, sering lupa waktu. Sehingga kewajiban utama mereka sering terlupakan. Tapi tidak semua permainan game online berdampak buruk. Ada game on line yang bernuansa pendidikan, tergantung kepada game seperti apa yang dimainkan oleh si anak. Karena ada 2 jenis permainan game yang disuguhkan sekarang ini.

Bermain game bagi perkembangan anak usia sekolah juga memiliki dampak yang positif jika berhubungan dengan pendidikan. Game seperti itu malah dapat menunjang kemampuan daya berpikir secara logis bagi si anak.

Sebaliknya, jika game yang berbau kekerasan seperti GTA yang sedang – in beberapa waktu lalu mengisahkan tentang seorang pemuda dengan watak sangat keras, yang bisa membunuh dan merampok. Dan itu semua hanya dilakukan dengan kendali dua tangan dan otak manusia yang bermain.

Game seperti inilah yang tidak sehat untuk dilihat oleh anak yang belum menginjak usia kematangan. Karena ketika si anak melihat dan memainkan permainan yang tidak sesuai dengan usianya akan mengganggu perkembangannya.

Karena respon yang diterima merupakan hasil dari apa yang dilihat oleh indera yang kemudian distimulus ke otak. Wanita berkacamata ini juga menambahkan, ketika seorang anak bermain tembak–tembakan, bisa saja dia akan memikirkan hal serupa dengan yang dia mainkan di game itu. Dia akan berpikir kalau seorang itu ditembak maka dia akan hidup lagi seperti di dalam game. Karena dia tidak pernah diberi tahu atau diberikan pengertian seperti apa efek dari permainan yang digunakannya.

Game on line yang berbau kekerasan seperti itu tidak baik diberikan kepada seorang anak yang belum menginjak usia kematangan karena dapat membuat kita menjadi manusia yang terbiasa dengan kekerasan. Anak–anak dapat meniru apa yang mereka lihat karena pada proses kematangan psikologis pada usia tertentu.

Dia memiliki kemampuan untuk meniru. ” Faktanya pada saat ini game yang seharusnya dikonsumsi oleh orang dewasa, namun juga dikonsumsi oleh anak–anak,” tegasnya. Ketika disinggung seputar prestasi yang menurun karena game online. perempuan yang juga menjabat sebagai pembantu dekan III ini mengatakan dia belum pernah mendengar langsung tentang hal itu.

Apakah game online dapat menyebabkan prestasi seorang anak menjadi terganggu. Tapi kalau ritme belajar yang berubah, misalkan biasanya seorang anak sehabis pulang sekolah langsung main game yang mengakibatkan dia keletihan sehingga tidak konsentrasi dalam belajar. Bisa saja itu menyebabkan prestasinya dapat menurun karena kematangan seseorang akan sangat mempengaruhi dengan yang dia dapatkan. “Intinya seorang anak tidak boleh disuguhkan dengan game yang berbau kekerasan,” tegasnya.

Perempuan yang akrab disapa dengan Dina ini juga berpesan sebaiknya orangtua hanya memberikan waktu kepada anak maksimal 2 jam untuk berhadapan dengan layar monitor, sesuai anjuran dokter anak seluruh dunia. Karena apabila berlebihan akan mengganggu kecerdasan koordinasi daya pikirnya.

Sehingga ketika dipanggil dia tidak akan dengar akibat dari terganggunya sistem saraf motorik karena hal-hal tertentu. Wanita yang juga berprofesi sebagai dosen ini memberi solusi bagi para orang tua, agar berkomunikasi yang baik dengan buah hatinya. Sang buah hati terus menerus diberi pengarahan tentang baik atau buruknya game online. Tidak hanya orang tua, tapi juga orang yang terdekat dengan si anak juga penting untuk menyampaikan hal serupa.килиманджаро где находитсямаркетинговые агентства

Leave a Reply

comment-avatar

*