Kisah Perjalan Karir Fifi Young Artis Jadul

Kisah Perjalan Karir Fifi Young Artis Jadul

Kisah Perjalan Karir Fifi Young Artis Jadul
Fifi Young (lahir di Sungai Liput, Aceh, 12 Januari 1914 – meninggal di Jakarta, 5 Maret 1975 pada umur 61 tahun) adalah seorang pemeran Indonesia tiga zaman.

Fifi Young

Fifi Young

Daftar isi

1 Latar belakang
2 Menjadi bintang panggung
3 Terjun ke layar perak
4 Keluarga
5 Akhir hayat
6 Filmografi
6.1 Film
6.2 Sinetron
7 Pranala luar

Latar belakang

Fifi dilahirkan dari ayah seorang Perancis yang meninggal dunia saat Fifi masih bayi, sementara ibunya seorang peranakan Tionghoa. Ketika lahir, Fifi diberi nama Tan Kiem Nio.
Menjadi bintang panggung

Pada usia 14 tahun ia menikah dengan Njoo Cheong Seng, seorang sutradara dan pengarang Indonesia yang dijumpainya ketika sama-sama bergabung dengan kelompok sandiwara “Miss Riboet’s Orion” di Batavia. Nyoo inilah yang membimbing dan mengajarinya menjadi pemain teater yang tidak ada tandingannya saat itu.

Tan Kiem Nio kemudian mengambil nama panggung “Fifi Young”. Nama keluarga Nyoo dalam dialek Hokkian diucapkan Young dalam bahasa Mandarin. Karena itulah maka Fifi kemudian menggunakan nama belakang ini. Sementara itu, nama Fifi diambilnya dari nama bintang film Perancis terkenal pada masa itu, Fifi d’Orsay.

Sebagai seorang sutradara teater (dan belakangan juga sutradara film), Nyoo Cheong Seng banyak mengadakan pentas dengan rombongannya, “Miss Riboet’s Orion”, ke berbagai tempat di Indonesia, bahkan juga sampai ke Malaya, yang kini lebih dikenal sebagai Malaysia, Singapura, dan belakangan juga ke India. Karena itulah, pada akhir tahun 1920-an Fifi pun ikut berkeliling untuk berpentas.

Fifi terkenal karena ia sangat cantik. Ia pun pandai dalam seni peran dan menari. Ketika mereka bermain di Kuala Lumpur, gubernur Malaya sering datang menonton, dan dialah yang selalu memimpin seruan, “One, two, three, we want Fifi!”

Pada tahun 1930-an Nyoo bergabung dengan Dardanella, kelompok sandiwara keliling terkenal Indonesia saat itu. Fifi pun menjadi salah satu bintang panggung kelompok itu.

Di masa pendudukan Jepang, Nyoo dan Fifi mendirikan kelompok sandiwara “Bintang Soerabaia”, bersama Dahlia, bintang film terkenal sebelum Perang Dunia II.
Terjun ke layar perak

Dari panggung sandiwara Fifi kemudian melebarkan sayapnya ke panggung layar perak. Pada 1950, ia memainkan peran utama dalam film “Kris Mataram”. Pada tahun berikutnya ia berperan sebagai seorang ibu dalam film “Air Mata Iboe” yang ceritanya dikarang oleh suaminya. Pada 1954 Fifi juga memerankan seorang ibu dalam film “Tarmina” dan memperoleh penghargaan sebagai aktris terbaik.

Sejak itu Fifi banyak membawakan peran ibu di dalam film-film yang dibintanginya. Filmnya yang terakhir adalah Ranjang Pengantin yang disutradarai oleh Teguh Karya.
Keluarga

Pasangan Fifi Young dan Njoo Cheong Seng dikaruniai lima orang anak, dua orang laki-laki, Njoo Jou Gie dan Njoo Shoe Yen, dan tiga orang perempuan. Dari ketiga anak perempuannya ini, dua orang meninggal dunia ketika masih bayi, dan seorang lagi, Sally Young, mengikuti jejak ibunya menjadi bintang film.

Setelah Perang Dunia II, Njoo Cheong Seng jatuh cinta pada seorang aktris muda yang bernama Mipi Malenka. Belakangan Nyoo mengambil Mipi sebagai istri mudanya. Fifi menerima kenyataan ini, dan bahkan bersedia mendampinginya ketika Mipi melahirkan anak lelakinya. Namun akhirnya Fifi pun berpisah dari Nyoo.
Akhir hayat

Fifi Young meninggal dunia pada 5 Maret 1975, pada usia 61 tahun. Sesuai dengan pesannya kepada keluarganya beberapa bulan sebelum ia dirawat di rumah sakit, jenazahnya dikremasikan di Muara Karang, Jakarta Utara pada 9 Maret 1975.Ritmix RWM-100 SilverElectronics HD-500

Leave a Reply

comment-avatar

*