Kisah Unik Putri Indonesia 2015 Nyaris Gagal Audisi karena Kegemukan

Kisah Unik Putri Indonesia 2015 Nyaris Gagal Audisi karena Kegemukan

Kisah Unik Putri Indonesia 2015 Nyaris Gagal Audisi karena Kegemukan
Anindya Kusuma Putri merasa terkejut sekaligus bangga setelah namanya didaulat sebagai Putri Indonesia 2015. Perwakilan Jawa Tengah itu menyisihkan dua kontestan lain di tiga besar, Chynthia Fabiola dari Kalimantan Barat dan Gresya Amanda Maaliwuga dari Sulawesi Utara.

“Aku nggak menyangka. Karena memang teman-teman di Putri Indonesia sangat berbakat semuanya. Target aku hanya memberikan yang terbaik. Alhamdulillah Allah kasih hadiah yang berharga pas ultah aku Februari awal ini,” ungkap Anindya Kusuma Putri di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (21/2/2015) dini hari.

Perjuangan Anin, sapaan akrabnya, menyabet mahkota kecantikan se-Indonesia ini terasa manis. Pasalnya, dara 23 tahun itu rajin mengikuti audisi Putri Indonesia sejak 2011 dan selalu kandas. Hal itu diutarakan Anin kepada Liputan6.com usai dirinya mengikuti audisi 12 Januari 2015 lalu di Graha Mustika Ratu, Gatot Subroto, Jakarta.

“Aku sempat ikut 2011 lalu, dan aku runner up-nya Maria Selena. Aku masih penasaran, aku kalah wawasan sama dia meski juri bilang aku unggul di komunikasi,” curhat Anin kala itu.

Tak hanya itu, Anin pun nyaris tak lolos audisi lantaran berat badannya dianggap kurang ideal. Alhasil saat usai audisi, cewek yang hobi basket dan badminton ini diberikan pekerjaan rumah untuk menurunkan berat badannya hingga lima kilogram.

“Iya, waktu itu dikasih PR. Sebelum karantina harus sudah menurunkan berat badan hingga enam kilogram. Alhamdulillah bisa turunkan berat lima kilogram. Dari 61 kg sekarang 56 kg,” bebernya.

Anin mengaku siap untuk menjalankan tugas setahun ke depan sebagai Putri Indonesia 2015, termasuk mengikuti ajang Miss Universe 2015. Ia berharap dapat mengikuti jejak para pendahulunya yang mampu menorehkan tinta emas di ajang kecantikan sejagad tersebut.

“Persiapan ke Miss Universe 2015 tentu menjadi tantangan untuk saya, karena kakak-kakak yang sebelumnya sudah berprestasi. Minimal aku bisa mempertahankan prestasi yang sudah diraih kakak-kakak,” terang dara kelahiran 3 Februari 1992 itu.

“Oh iya, kemenangan ini aku dedikasikan kepada orangtua yang selalu mendukung saya. Misi selanjutnya ingin terus belajar lagi, karena masih banyak yang harus dipelajari sebelum berangkat ke Miss Universe,” tutup Anindya Kusuma Putri.

литые формы для куличейgoogle adwors

Leave a Reply

comment-avatar

*