MEREKA PAHLAWAN!

MEREKA PAHLAWAN!

Setiap negara punya olahraga utamanya dan Untuk Indonesia, itu tentu bulutangkis. Begitulah sepenggal kalimat manis bulutangkis indonesia yang tiba-tiba kembali berputar di pikiran saya usai Indonesia menyabet kembali emas ganda putri Bulutangkis Asian Games 2014 di Incheon, beberapa pekan silam. Kalimat singkat namun dalam ini diucapkan oleh komentator olahraga handal yaitu Barry Davis saat diminta mengenang kembali memori-memori tak terlupakan pada ajang Olimpiade sebelum penyelenggaraan di London tahun 2012.

bulutangkis indonesia

bulutangkis indonesia

Bagaimana sosok Barry Davis ini begitu mengingat Indonesia? Jawabannya tak lain dan tak bukan adalah karena kemenangan Susi Susanti, gadis yang kata dia sangat mungil asal Tasikmalaya yang berhasil meraih emas di ajang Olimpiade Barcelona 1992, dimana medali ini mengakhiri perjalanan panjang menggapai emas di Pesta Olahraga paling bergengsi di dunia itu. Saat itu, emosional kemenangan Indonesia begitu terasa sampai di tanah air. Final ditonton hampir seluruh rakyat Indonesia, dan tergambar jelas ketika kita membaca Novel “2”. Saat itu saya memang belum lahir, tapi rasa nasionalisme saya begitu tergugah ketika membaca Novel karangan Donny Dirgantoro tersebut.

Kenangan ketika merasakan atmosfer Susi Susanti itu tiba-tiba kembali terulang ketika Final Ganda Putri Asian Games 2014 di Incheon. Dua Putri kita, Greysia Polii dan Nitya Maheswari, berhasil membawa pulang medali emas buat Indonesia, EMAS PERTAMA. Emosi kebahagiaan sontak memuncak ketika bola yang smash Greysia mengenai bibir net dan jatuh di bidang permainan lawan dari Jepang, Misaki dan Ayaka. Penantian panjang selama hampir 36 tahun untuk ganda putri kita kembali berjaya. waterproof car cover nz красивые ремни

Leave a Reply

comment-avatar

*