Raslina Rasyidin Kangen Maen Sinetron

Raslina Rasyidin Kangen Maen Sinetron

Raslina Rasyidin Kangen Maen Sinetron

Raslina Rasyidin

Raslina Rasyidin

Nama Raslina Rasyidin dalam dunia entertainment memang sudah tak asing lagi dengan artis yang kerap kali menghiasi televisi dengan berbagai judul sinetron. Artis yang kerap disapa Lina ini memulai karirnya di dunia model kemudian merambah ke dunia seni peran.

Debut sinetron perdananya, dengan bermain dalam sinetron Putri Yang Ditukar. Selain itu, sinetron lain yang pernah dibintanginya antara lain Mimo dan Poscha, Air Mata Ibu, dan masih banyak lagi.

Saat ini, Lina tetap sibuk di dunia entertainment di samping kesibukannya berpolitik dan menjadi ibu rumah tangga bagi suami dan kedua anaknya, Siti Syalina Surya Winati dan Ahmad Andra Surya Winata.

“Ekistensi di dunia model dan syuting sudah saya kurangi, dan sekarang sudah nelasan tahun masuk di dunia politik, membagi ritme waktu sedemikian rupa, jadi ibu rumah tangga, sebagai istri, sebagai politikus, kalau lagi kangen maulah syuting satu dua FTV, tapi tidak dalam entuk striping,” ungkapnya saat ditemui di Jakarta, baru-baru ini.

Pengalamannya menjadi seorang model profesional, Lina mengaku banyak sekali cerita yang unik dan mengesankan dirinya. Meski tidak memiliki tubuh yang tak terlalu tinggi, Lina tetap menunjukkan sesuatu beda dalam mengeksplor kemampuannya itu.

Kecintaannya akan dunia model, membuat ia semakin disiplin dalam melakukan setiap pekerjaannya. Bahkan ia sadar dalam dirinya memiliki kekurangan. Menutupi kekurangannya itu ia belajar membangkitkan sesuatu yang unuik dari dalam dirinya.

Berbagai pengalaman hampir bisa ia atasi, misalnya saja pada waktu ia menandatangani kontrak dengan ‘United Color of benetton one’ dari Indonesia. Diakuinya ketika itu ia merupakan wanita yang memiliki postur tubuh yang tidak terlalu tinggi.

“Dulu saya salah satu model yang menandatangani kontrak dengan United Color of benetton one dari Indonesia, tapi kecil yang lain tinggi-tinggi. Because i’m unik, because i’m Asia. Saya percaya saya unil. Saya tidak punya hidung mancung, tapi inilah saya. Ketika kamu melihat sesuatu dari orang lain kamu harus melihat dalam diri kamu ada sesuatu yang unik,” ujarnya.

Perkembangan model dan fashion hampir setiap hari mengalami perubahan. Dari mulai akrakter wajah model, hingga ke desain fashion itu sendiri. Namun, menurut wanita berdarah Aceh ini sadar dan harus menyesuaikan diri dengan perubahan yang semakin bagus-bagus.

“Aku lebih detail lagi, karena desainer kan sudah banyak, tiap hari muncul desainer baru dengan desain yang berbeda, dengan keunikan yang beda. Artinya kita yang menyesuaikan diri, kan sudah banyak generasi,” katanya.

Kini dunia model sudah hampir ia tinggali, meski begitu tak jarang pula ia mendapatkan tawaran untuk sesekali mengisi show-show dadakan. Namun, ia mengaku tak melupakan dunia model yang telah membesarkan namanya, dengan berbagi ilmu dan pengalamnnya kepada para juniornya yang terjun di model.

“kalau untuk show masih ada juga yang sering undang, bawain acara jadi MC masih ada ,” katanya.

“Go go, ayo maju lebih besar dari kami. Jaman saya model nggak tinggi-tinggi amat. kalau sekarang wah, sudah banyak gijinya baik. Angkatan saya seperti, Ratih Sanggar,” tambahnya lagi.

Untuk menjadi model yang profesional, menurut Lina tak harus menjadi orang lain. Bahkan sang model harus sadar akan apa yang dimiliki dari dalam dirinya dan mengatasi kekurangannya.

“Disiplin, percaya diri, dan tahu kamu punya karakter. Beauty not everythink, beauty itu datangnya bisa dari dalam dan luar diri kita. Kita harus percaya kita unik,” tutupnya.Monster Ncrediblejaguar xf car cover price

Leave a Reply

comment-avatar

*